+62 818 0660 0888 Senin-Minggu: 09:00 AM - 05:00 PM
tips-menghadapi-andropause-fase-menopause-pada-pria

Tips Menghadapi Andropause, Fase Menopause pada Pria

Tips menghadapi andropause untuk beberapa pria mungkin merupakan salah satu hal yang sedang mereka butuhkan. Sebab, memasuki usia 40 tahun pria bisa mengalami fase yang mirip dengan menopause seperti yang dialami oleh wanita berusia lanjut.

Andropause adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan salah satu kondisi kesehatan yang dialami oleh pria, dan merupakan salah satu proses penuaan bersifat normal yang umumnya disebabkan oleh penurunan kadar hormon testosteron pada pria. Hormon testosteron tersebut diproduksi di testis dan kelenjar adrenal, yang berkontribusi dalam aktivitas seksual serta metabolisme tubuh, dan akan mengalami penurunan secara alami sekitar 1% dalam setahun secara bertahap, seiring dengan bertambahnya usia para pria. Akan tetapi, ketika mencapai usia 70 tahun, penurunan testosteron pada pria akan mencapai 50%.

Lalu, seperti apakah tanda terjadinya andropause, serta adakah langkah atau tips menghadapi andropause yang dapat dilakukan oleh para pria untuk mengatasinya? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui jawabannya.

Mengenal tanda-tanda menopause pada pria sebagai tips menghadapi andropause

Adanya penurunan jumlah hormon testosteron, tentunya juga membuat beberapa perubahan pada diri seorang pria. Hal tersebut kemudian menjadi tanda dari seorang pria yang telah memasuki masa andropause. Berikut merupakan beberapa tanda yang perlu Anda ketahui dalam mengenal fase menopause sebagai langkah awal yang dapat dijadikan tips menghadapi andropause.

  • Menurunnya gairah seksual

Saat mengalami penurunan testosteron, umumnya gairah seksual atau libido pria juga mengalami penurunan. Hal ini merupakan kondisi yang otomatis terjadi dan menyebabkan fungsi seksual dari seorang pria menjadi terganggu. Pada beberapa kasus, kadar testosteron yang rendah juga diketahui bisa menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi, impotensi, dan masalah berkemih yang memiliki kaitan dengan terjadinya pembesaran pada prostat.

  • Pengeroposan tulang

Jumlah testosteron yang berkurang, bukan hanya berpengaruh pada fungsi seksual seorang pria dewasa saja, namun juga dapat memengaruhi kepadatan tulang. Pria yang mengalami andropause, berisiko tinggi untuk mengalami osteoporosis  karena kekurangan vitamin D atau kalsium yang diakibatkan oleh fenomena andropause.

  • Energi berkurang dan mengalami depresi

Saat tiba saatnya mengalami andropause, energi yang dimiliki oleh pria cenderung berkurang dan terlihat loyo serta cepat lelah, bahkan kadang diiringi juga dengan rasa tidak percaya diri akibat berkurangnya massa otot dan peningkatan lemak pada tubuh.

Tidak hanya itu, penurunan kadar hormon testosteron juga bisa menyebabkan gejala psikologis berupa mood swing, demam, sulit tidur, penurunan konsentrasi, mudah lupa, depresi hingga pembesaran payudara (ginekomastia). Maka dari itu penting untuk Anda mengetahui tips menghadapi andropause guna meminimalisir kemungkinan terjadinya gangguan psikis dan fisik akibat dari andropause.

Perlu diketahui bahwa kemunculan gejala-gejala tersebut terkadang tidak hanya disebabkan oleh berkurangnya hormon testosteron semata, namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya, seperti faktor psikologis ataupun gaya hidup yang kurang sehat.

Kenali perbedaan antara menopause dan andropause

Andropause seringkali disebut sebagai menopause yang terjadi pada pria. Walaupun begitu, pada kenyataannya kedua kondisi ini memiliki sejumlah perbedaan. Pada wanita, menopause terjadi saat fungsi ovarium berhenti serta produksi hormon tertentu menurun seiring dengan berjalannya usia, dan hal tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Secara otomatis, wanita yang telah mengalami masa menopause tidak lagi mengalami ovulasi dan menstruasi serta kehilangan hormon estrogen, sehingga wanita yang sudah masuk masa menopause tidak akan bisa lagi memiliki anak.

Sementara itu, andropause tidak seperti menopause yang mana wanita berhenti total dalam memproduksi hormon dan sel telur. Dalam andropause, pria tidak kehabisan zat yang dibutuhkannya dalam memproduksi testosteron, namun produksi hormon dan penurunan ketersediaan hormon testosteron dapat terjadi selama bertahun-tahun dengan konsekuensi yang tidak pasti. Mengetahui tips menghadapi andropause dapat menjadi jalan untuk menenangkan pikiran Anda sebelum memasuki masa tersebut.

Tips menghadapi andropause yang perlu Anda ketahui