+62 818 0660 0888 Senin-Minggu: 09:00 AM - 05:00 PM
late-onset-hypogonadisme-loh-andropause

LATE ONSET HYPOGONADISME (LOH) / ANDROPAUSE

LATE ONSET HYPOGONADISME / ANDROPAUSE

APAKAH LATE ONSET HYPOGONADISME  ?
Late Onset Hypogonadisme(LOH) adalah suatu kondisi dimana kelenjar seks tubuh memproduksi sangat sedikit atau sama sekali tidak menghasilkan hormone Testosterone. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya gejala klinis yang sebagian besar bersifat seksual, termasuk penurunan hasrat untuk berhubungan seks, ereksi spontan yang lebih sedikit, dan ereksi disfungsi. Ini adalah hasil dari penurunan testosteron secara bertahap, penurunan stabil kadar testosteron sekitar 1% per tahun dapat terjadi dan didokumentasikan dengan baik pada pria dan wanita.

Proses penuaan sangat mempengaruhi penurunan kadar  testosterone, sekitar 0,8-1,6% pertahun dan dimulai saat usia sekitar 35 tahun. Saat mencapai usia 70 tahun, pria akan mengalami penurunan kadar testosteron darah sebanyak 35% dari kadar semula. Diperkirakan 40% dari pria yang berusia 40 tahun ke atas akan mengalami kelesuan, kurangnya konsentrasi, mood berubah-ubah, lekas marah, bahkan depresi dan bekurangnya kekuatan otot, stamina atau kehilangan libido atau sulit mempertahankan ereksi. Ini semua merupakan gejala-gejala LOH.

Penyebab LOH
Penyebab LOH meliputi banyak faktor, seperti gaya hidup, pola makan, olah raga dan aktivitas, faktor lingkungan, berupa pencemaran/polusi, bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Faktor psikogenik, misalnya stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati.

Faktor resiko LOH termasuk penyakit kronis, seperti diabetes, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis), penyakit artritis inflamasi, penyakit ginjal, sindrom metabolik, obesitas, penyakit terkait HIV (Human Immunodeficiency Virus).

LANGKAH-LANGKAH PENGOBATAN
Pada pasien pria dan wanita, penanganan LOH umumnya dilakukan untuk menutupi kekurangan hormon testosteron, melalui Testosterone Replacement Therapy (TRT), dilakukan dengan pemberian testosteron buatan, umumnya dalam bentuk suntik, gel dan tablet.
Pemberian TRT paling efektif dengan metode suntik/injeksi pada otot daerah lengan atau bokong. Cairan akan diserap secara bertahap oleh jaringan otot dan didistribusikan ke seluruh tubuh.
Pemberian TRT harus terkontrol dan dilakukan dengan supervisi dokter Spesialis. Pemberian TRT yang tidak terkontrol dapat menimbulkan efek samping seperti sulit tidur, perasaan berdebar, pembesaran kelenjar prostat, berkurangnya volume testis, hingga timbul kanker prostat.