+62 818 0660 0888 Senin-Minggu: 09:00 AM - 05:00 PM
klinik-pengobatan-disfungsi-ereksi-terbaik-di-jakarta

Klinik Pengobatan Disfungsi Ereksi Terbaik di Jakarta

Klinik pengobatan disfungsi ereksi merupakan salah satu tempat yang mungkin banyak dicari oleh beberapa pria. Disfungsi ereksi merupakan salah satu permasalahan yang sangat menggangu bagi kaum adam. Untuk beberapa orang yang mengalaminya, banyak cara dicari agar dapat segera terbebas dari masalah ini, salah satunya dengan mengunjungi dokter ahli. Namun, tidak sedikit juga pria dengan masalah ereksi merasa malu dan enggan untuk berkonsultasi ke dokter, padahal disfungsi ereksi bisa diatasi jika penyebabnya dapat diketahui lebih awal.

Disfungsi ereksi atau yang juga dikenal dengan impotensi merupakan salah satu kondisi yang dialami oleh pria yang mana mengalami ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup saat berhubungan seksual. Disfungsi Ereksi merupakan masalah seksual yang rentan terjadi pada pria berusia 40 tahun ke atas. Meskipun tidak berbahaya, kondisi ini sangat mengganggu penderita maupun pasangannya.

Terdapat beberapa kondisi yang menjadi tanda-tanda dari adanya gangguan ereksi, diantaranya yaitu tidak bisa ereksi, terjadi ereksi tetapi hanya sebentar, dan terakhir kurangnya gairah seks. Lalu, apakah mengunjungi klinik pengobatan disfungsi ereksi efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan adakah cara lain yang dapat dilakukan? Simak artikel ini hingga akhir untuk mendapatkan jawabannya.

Faktor Penyebab Impotensi yang Memerlukan Penanganan di Klinik Pengobatan Disfungsi Ereksi

Proses rangsangan gairah seksual pria merupakan sesuatu yang tidak sederhana karena proses tersebut melibatkan otak, saraf, otot, pembuluh darah, hormon, dan emosi. Disfungsi ereksi biasanya terjadi jika hal-hal tersebut mengalami masalah. Bahkan, ada kemungkinan penyebabnya merupakan kombinasi dari beberapa kondisi. Berikut merupakan beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi:

  • Kondisi Medis Tertentu

Impotensi kerap dipicu oleh penyakit tertentu, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis), diabetes, obesitas, sindrom metabolik, penyakit Peyronie (perkembangan jaringan parut di dalam penis), gangguan tidur, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang sering diderita oleh para perokok.

Ketidakseimbangan hormon tertentu juga memiliki kemungkinan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi. Kondisi tersebut antara lain kelebihan hormon tiroid atau hipertiroid, hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid, dan hipogonadisme yang menyebabkan kekurangan hormon testosteron.

  • Alasan psikologis              

Salah satu faktor penting saat ereksi yaitu kesehatan mental. Otak memainkan peran penting dalam memicu terjadinya ereksi. Disfungsi ereksi merupakan salah sau masalah yang tidak dapat sebuh dengan sendirinya sehingga memerlukan penanganan dari ahlinya yang salah satunya dapat ditemui di klinik pengobatan disfungsi ereksi yang berada di sekitar tempat tinggal Anda. Ereksi bisa terganggu karena beberapa kondisi psikologis seperti stres, depresi, kecemasan, atau masalah pada hubungan dengan pasangan. Tidak jarang dokter ahli lainnya dibutuhkan untuk dapat mengatasi penyebab dnegan alasan yang satu ini.

  • Efek tindakan operasi

Beberapa jenis tindakan operasi dapat memicu disfungsi ereksi. Salah satunya adalah operasi pada otak dan tulang belakang, pada bagian tersebut terdapat saraf-saraf yang mengatur proses ereksi. Contoh-contoh lainnya adalah operasi yang dilakukan pada bagian panggul atau tulang belakang karena prosedur pembedahan di kedua area tersebut berisiko merusak saraf dan pembuluh darah di area sekitar penis.

Penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda. Semakin bertambah umur seorang pria, maka disfungsi ereksi semakin sering terjadi, meskipun bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.

  • Faktor obat-obatan

Meski memiliki fungsi untuk mengobati kondisi berbagai penyakit, obat-obatan tidak jarang menimbulkan efek samping yang juga dapat memicu terjadinya impotensi. Beberapa jenis obat yang mungkin dapat memicu hal tersebut antara lain obat antidepresan, antipsikotik, penurun tekanan darah tinggi, pengobatan kanker prostat, penurun kolesterol, atau penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain atau ganja. Mengunjungi dokter yang dapat mengatasi impotensi di klinik pengobatan disfungsi ereksi, menjadi salah satu jalan yang paling tepat jika Anda merasa memiliki gejala impotensi yang disebabkan oleh faktor obat-obatan.

  • Akibat cedera

Impotensi atau disfungsi ereksi juga dapat disebabkan oleh cedera yang dialami tubuh terutama pada bagian penis, bagian saraf, atau pembuluh darah di bagian punggung. Cedera di sekitar penis, juga dapat memicu pembentukan jaringan parut serta posisi penis yang melengkung secara tidak normal selama ereksi. Selain itu, kebiasaan tertentu yang dapat menekan area di sekitar anus, seperti mengendarai sepeda dalam waktu yang lama, diduga dapat memicu terjadinya disfungsi ereksi juga. Cedera pada panggul yang memengaruhi organ seksual pria juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Mendapatkan Diagnosa dari Ahli Terkait Masalah Ereksi

Jika Anda merasa mengalami beberapa dari gejala yang berkaitan dengan disfungsi ereksi, Anda sebaiknya segera mengunjungi klinik pengobatan disfungsi ereksi untuk bertemu dengan dokter ahli, guna mendapatkan diagnosa yang pasti serta saran penyembuhannya. Untuk mendiagnosis disfungsi ereksi, dokter akan melakukan serangkaian wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang pada diri Anda.

Dalam wawancara, dokter akan menanyakan keluhan yang Anda alami serta menanyakan secara detail bagaimana aktivitas seksual Anda, riwayat penyakit yang pernah dialami, kebiasaan yang dapat berkaitan dengan disfungsi ereksi, obat-obatan yang sedang diminum, dan beberapa pertanyaan lainnya.

Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan fisik secara umum, pemeriksaan sistem saraf, pemeriksaan pada organ intim, serta pemeriksaan penunjang lainnya.

Penanganan Disfungsi Ereksi

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani masalah disfungsi ereksi yang mungkin terjadi pada diri Anda, dan hal tersebut pun bervariasi tergantung oleh apa faktor penyebabnya.

Bagi Anda yang belum pernah melakukan konsultasi ke dokter spesialis, Anda diperkenankan untuk berkonsultasi awal ke dokter umum. Namun, biasanya setelah itu dokter umum akan merujuk Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis urologi, andrologi, psikiatri, dan dokter penyakit dalam sesuai dengan kemungkinan penyebab disfungsi ereksi yang Anda alami.

Secara garis besar, beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan untuk disfungsi ereksi yakni:

  • Konseling seksual. Konseling seksual akan dilakukan pada pria yang mengalami disfungsi ereksi karena masalah psikologis.
  • Obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan dapat merangsang terjadinya ereksi atau meningkatkan kadar hormon reproduksi dalam tubuh Anda. Ada obat yang berbentuk obat minum, obat oles, maupun obat suntik. Pilihan jenis obat ini akan diberikan oleh dokter sesuai indikasi dan dalam pemantauan oleh dokter.